Operasional penyelenggaraan ibadah haji Debarkasi Surabaya musim 1447 H/2026 M resmi berakhir yang ditandai dengan tibanya kelompok terbang (kloter) ke-116 di Asrama Haji Surabaya pada Rabu (1/7). Rombongan pamungkas tersebut disambut langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf. Momentum pemulangan ini sekaligus menjadi ajang evaluasi serta pematangan rencana strategis untuk memecah kepadatan arus keberangkatan melalui pengoperasian jalur udara baru pada musim haji mendatang.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini tengah mempercepat persiapan infrastruktur udara untuk memperluas jangkauan layanan bagi para calon jamaah. Gubernur Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa Bandara Dhoho Kediri ditargetkan mulai beroperasi sebagai embarkasi haji baru pada musim haji 1448 H/2027 mendatang. Kehadiran fasilitas penerbangan di Kediri ini diproyeksikan mampu memangkas jarak dan waktu tempuh secara signifikan, khususnya bagi masyarakat yang berdomisili di kawasan Mataraman dan sekitarnya.
Langkah percepatan pemenuhan dokumen serta kualifikasi teknis operasional terus dikebut oleh Pemprov Jawa Timur dengan menggandeng Kementerian Agama, Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura, serta instansi terkait lainnya. Embarkasi Dhoho nantinya dirancang untuk melayani sekitar 10.548 jamaah haji yang berasal dari 15 kabupaten dan kota di wilayah Jawa Timur. Beberapa daerah yang akan dialihkan jalurnya meliputi wilayah Kediri, Blitar, Nganjuk, Tulungagung, Trenggalek, Madiun, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Jombang, hingga Bojonegoro.
Di sela prosesi penyambutan di aula debarkasi, Gubernur Khofifah juga menyempatkan diri memberikan apresiasi khusus kepada Raminten Murtomo Singodimedjo, jamaah tertua asal Surabaya yang menginjak usia 87 tahun. Tokoh perempuan lansia tersebut dinilai memiliki keteguhan luar biasa karena mampu menyelesaikan seluruh rukun haji, termasuk prosesi lempar jumrah secara mandiri tanpa menggunakan kursi roda setelah sempat tertunda keberangkatannya demi menunggu sang anak sebagai pendamping resmi.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, tim medis, pihak imigrasi, serta aparat keamanan. Penanganan kepulangan puluhan ribu jamaah dinilai berjalan kondusif berkat sinergi ketat antarinstansi sejak fase pemberangkatan di Tanah Air hingga pendampingan intensif di Tanah Suci.
Berdasarkan data statistik final otoritas penerbangan haji tahun 2026, total kuota Debarkasi Surabaya mencapai 116 kloter dengan pergerakan sekitar 44.000 jamaah. Hingga penutupan resmi posko operasional, tercatat sebanyak 43.894 jamaah telah aman kembali ke domisili masing-masing. Otoritas terkait juga merilis data evaluasi medis yang mencatat adanya 77 jamaah wafat di Arab Saudi, 10 jamaah melakukan kepulangan mandiri, dua jamaah berpindah debarkasi, serta 17 jamaah yang hingga kini masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit Arab Saudi. (ita)

