Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan dukungan penuh terhadap persiapan pelaksanaan Haul ke-57 ulama kharismatik almarhum KH M. Ali Manshur Shiddiq yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Tuban. Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima audiensi dari jajaran Panitia Haul bersama perwakilan pihak keluarga almarhum di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Rabu (1/7/2026) malam. Pertemuan strategis tersebut menjadi bagian dari upaya nyata pemprov dalam menjaga syiar Islam sekaligus melestarikan warisan spiritual para ulama besar asal Jawa Timur.
Rombongan panitia yang hadir dalam kesempatan tersebut dipimpin langsung oleh Pendiri sekaligus Direktur Utama TV9 Surabaya, H. Ahmad Hakim Jayli, dengan didampingi oleh putra bungsu almarhum, Gus Saiful Islam Ali. Sementara itu, Gubernur Khofifah dalam menyambut rombongan turut didampingi oleh sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemprov Jawa Timur, di antaranya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sherlita Ratna Dewi Agustin, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Eddy Supriyanto, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Pulung Chausar.
Selain mematangkan seluruh aspek teknis dan kesiapan logistik menjelang hari pelaksanaan, jalannya audiensi tersebut dipenuhi momentum refleksi untuk mengenang rekam jejak serta jasa besar almarhum di masa silam. KH M. Ali Manshur Shiddiq diakui secara luas sebagai figur ulama besar yang telah mewariskan Sholawat Badar, sebuah karya monumental yang hingga detik ini terus dikumandangkan secara masif oleh jutaan umat Islam, tidak hanya di seantero pelosok Nusantara tetapi juga di berbagai belahan dunia.
Berdasarkan hasil koordinasi, puncak peringatan Haul Pencipta Sholawat Badar ke-57 ini akan diselenggarakan pada Sabtu (11/7/2026) malam, bertempat di kompleks Yayasan Roudlotut Tholibin Ash-Shodiqin, Desa Maibit, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Agenda religi tahunan yang diperkirakan bakal menyedot kehadiran ribuan jamaah dari berbagai daerah ini juga akan diisi dengan ceramah agama oleh KH Abdul Ghofur Maimun. Acara ini diharapkan mampu menjadi momentum penting untuk meneladani nilai perjuangan almarhum sekaligus mempererat tali ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Sebagai bentuk rekognisi atas dedikasi spiritual dan kebudayaan tersebut, rekam jejak almarhum sejatinya telah mendapat penghormatan tertinggi dari level daerah hingga nasional. Pada tahun 2021, Gubernur Khofifah atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur menganugerahkan Penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Emas kepada KH M. Ali Manshur Shiddiq. Penghormatan tersebut kian diperkokoh pada tahun 2024 ketika pemerintah pusat melalui Presiden Joko Widodo menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma di Istana Negara, sebuah pengakuan resmi negara bahwa Sholawat Badar merupakan warisan budaya dan spiritual bangsa yang abadi melintasi generasi. (ita)

