Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi memberangkatkan ratusan mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi 2026. Program yang diinisiasi oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS ini dilepas secara resmi di Galeri Riset dan Inovasi ITS, Gedung Research Center ITS, pada Senin (29/6). Fokus utama dari pengabdian tahun ini adalah mempersiapkan dan meningkatkan kompetensi masyarakat dalam menghadapi penetrasi serta perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas fenomena transformasi digital yang bergerak sangat masif, namun masih menyisakan jurang pemisah di lapisan masyarakat. Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS, Prof. Agus Muhammad Hatta, ST., M.Si., Ph.D., memaparkan bahwa disrupsi digital saat ini memicu tantangan baru berupa kesenjangan akses dan ketimpangan kemampuan adaptasi teknologi. Melalui program pendampingan intensif oleh mahasiswa, kampus berlambang jemparing ini berkomitmen memperkuat daya saing sekaligus mendongkrak kualitas sumber daya manusia agar siap menghadapi lanskap digital masa depan.
Dalam pelaksanaannya, agenda besar ini dijalankan lewat kolaborasi sinergis antara ITS dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Direktur DRPM ITS, Fadilatul Taufany, ST., Ph.D., menjelaskan bahwa sebanyak 207 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dikerahkan ke 20 titik lokasi yang tersebar di wilayah Kabupaten Gresik, Sidoarjo, dan Bangkalan. Selama program berlangsung, para peserta KKN akan melebur bersama pengelola perpustakaan desa dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) setempat untuk menyusun serangkaian program kerja yang adaptif.
Upaya penguatan di tingkat akar rumput ini mencakup digitalisasi koleksi buku, modernisasi layanan perpustakaan, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan edukatif berbasis literasi digital. Target jangka panjang dari kolaborasi ini adalah mentransformasikan perpustakaan desa agar tidak sekadar menjadi tempat membaca konvensional, melainkan beralih fungsi menjadi ruang belajar publik yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Melalui skema KKN Tematik Literasi 2026, ITS tidak hanya berupaya memperkokoh ekosistem literasi di tingkat nasional, tetapi juga turut berkontribusi aktif dalam menyukseskan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs). Kontribusi nyata ini secara spesifik menyasar tiga poin krusial, yakni pemenuhan pendidikan berkualitas (poin ke-4), pembangunan kota dan permukiman yang berkelanjutan (poin ke-11), serta penguatan kemitraan global untuk mencapai tujuan bersama (poin ke-17). (ita)

