Bursa Efek Indonesia (BEI) terus memperkuat pengembangan pasar modal syariah sebagai salah satu pilar utama industri keuangan nasional. Fokus tersebut ditegaskan dalam kegiatan “Edukasi Wartawan Pasar Modal” yang digelar pada 26 Februari 2026.
Dalam forum tersebut, Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdalloh, memaparkan tren pertumbuhan investor dan transaksi saham syariah yang menunjukkan peningkatan konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Jumlah Investor Syariah Tembus 207 Ribu
Berdasarkan data BEI, jumlah investor saham syariah mencatat pertumbuhan tahunan (year on year/YoY) sebesar 28,2 persen hingga Juni 2025.
Perkembangannya sebagai berikut:
- 2021: 102.243 investor
- 2022: 117.942 investor
- 2023: 136.418 investor
- 2024: 156.097 investor
- Juni 2025: 207.834 investor
Angka tersebut menunjukkan peningkatan lebih dari 142 persen dibandingkan posisi tahun 2020. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi berbasis prinsip syariah.
Irwan Abdalloh juga menyampaikan bahwa tingkat keaktifan investor mengalami tren positif. Hingga Juni 2025, jumlah investor aktif tercatat mencapai 45.132 atau tumbuh hampir 20 persen dibanding periode sebelumnya.
Nilai Transaksi dan Volume Menguat
Tidak hanya dari sisi jumlah investor, aktivitas perdagangan saham syariah juga mencatat kinerja menggembirakan.
Per Juni 2025, nilai transaksi saham syariah mencapai Rp11,2 triliun dengan volume transaksi sebesar 30,6 miliar lembar saham. Sementara itu, frekuensi transaksi tercatat sekitar 2,7 juta kali.
Data ini menunjukkan tingkat partisipasi dan kepercayaan yang semakin kuat terhadap produk investasi syariah di pasar modal Indonesia.
Kapitalisasi Pasar Syariah Capai Rp8.851 Triliun
Hingga Agustus 2025, kapitalisasi pasar efek syariah di Indonesia mencapai Rp8.851 triliun. Angka tersebut berkontribusi sekitar 78,7 persen terhadap total perdagangan saham di BEI.
Capaian ini mempertegas peran pasar modal syariah sebagai salah satu penopang stabilitas ekonomi nasional, sekaligus memperluas inklusi keuangan berbasis nilai-nilai syariah.
Edukasi Jadi Kunci, Generasi Muda Dominasi Investor
Irwan Abdalloh menekankan bahwa edukasi berkelanjutan menjadi faktor penting dalam memperluas basis investor, terutama dari kalangan generasi muda yang kini mendominasi struktur investor pasar modal.
BEI menargetkan pertumbuhan yang lebih agresif pada 2026, dengan memperluas literasi keuangan syariah, memperkuat digitalisasi layanan, serta meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong pasar modal syariah Indonesia menjadi lebih inklusif, modern, dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat keuangan syariah terbesar di dunia. (tas)

