Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pakar UNAIR Serukan Aksi Iklim Nyata
  • Surabaya Jalankan Pilot Project Perlinsos Digital, Libatkan Lebih dari 12 Ribu Agen Pendamping
  • Galuh Pramusinta, Alumni FPK yang Berkontribusi pada Ketahanan Perikanan Kota Surabaya
  • Alumni FPK UNAIR Berkontribusi Tingkatkan Produktivitas Tambak Udang hingga Puluhan Ton per Hektare
  • Perlindungan Anak Jadi Prioritas, Surabaya Perkuat Kolaborasi dari Tingkat Keluarga hingga Lingkungan RT
  • Kalahkan Ratusan Startup Dunia, SPYRAGO UNAIR Bawa Pulang Penghargaan Sustainability dan Pendanaan Internasional
  • Jawa Timur Raih Penghargaan Kemendagri atas Penurunan Pengangguran, Bukti Efektivitas Link and Match Pendidikan dan Industri
  • Khofifah Paparkan Kekuatan Ekosistem Halal Jawa Timur, Siap Perluas Daya Saing ke Pasar Global
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»JALAN-JALAN»Jokowi Minta ‘10 Bali Baru’ Dipercepat

Jokowi Minta ‘10 Bali Baru’ Dipercepat

JALAN-JALAN redaksi18/11/2017 - 09:00 WIB

Presiden Joko Widodo mengemukakan, adanya pergeseran orang untuk tidak belanja barang, tidak belanja merk, tetapi senang traveling, senang wisata, senang mencoba restoran baru, senang mencoba Kafe, senang mencoba makanan-makanan yang khas.

“Ini sebuah kesempatan yang harus kita manfaatkan,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan pengantar pada Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Pengembangan 10 Bali Baru, yang digelar di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/11) siang.

Kepala Negara juga menunjuk terjadinya lonjakan turis Tiongkok, dimana sesuai data terakhir adalah sebesar kurang lebih 125 juta, yang akan berkembang dalam lima tahun ini kemungkinan menjadi 180 juta, dan itu akan naik terus.

Itu, lanjut Presiden, hanya baru dari satu negara. Dari Tiongkok saja itu, menurut Presiden, hampir separuhnya masuk ke ASEAN. Separuh dari 125 juta, artinya 62 juta masuk ke ASEAN.

Presiden Jokowi meyakini, dari angka itu, kalau kita memiliki destinasi 10 Bali baru yang digarap secara cepat, disiapkan secara baik, tentu saja dengan diferensiasi yang berbeda antara destinasi satu dengan destinasi yang lain, maka ini akan menjadi sesuatu yang menarik.

“Sehingga orang datang ke Indonesia bisa datang karena ketertarikan keindahan pantainya, bisa juga karena keindahan budayanya misalnya Borobudur, bisa juga datang karena keindahan goanya, bisa datang karena keindahan geopark-nya, bisa datang karena keindahan danaunya yang sangat besar seperti Toba, bisa datang karena ingin diving dan surfing misalnya,” ujar Presiden.

Menurut Presiden, kira kita harus memiliki pembeda-pembeda seperti itu, sehingga diharapkan dari 62 juta yang hanya dari satu negara itu, misalnya separuh saja atau sepertiganya saja datang ke kita, berarti sudah 20 juta.

“Ini baru dari satu negara. Sehingga kalau target yang kita berikan kepada Menteri Pariwisata tahun 2019 itu angkanya adalah 20 juta, itu juga bukan sesuatu yang, menurut saya, bukan sesuatu yang amat sulit untuk kita capai,” tutur Presiden.

Untuk penuhi target itu, Presiden Jokowi menekankan, agar 10 Bali Baru ini harus cepat dirampungkan. Ia meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Kementerian Lingkungan Hidup, Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif), dan Kementerian Koperasi dan UKM, semuanya harus siap terintegrasi dalam sebuah program pengembangan yang sudah diputuskan.

Bangunan Adat

Kepala Negara memberikan contoh, misalnya kita ingin mengembangkan Mandalika atau Danau Toba, ya lingkungannya harus disiapkan. Ia menunjuk contoh misalnya Mandalika, bagaimana bukit-bukit yang ada di kanan kiri itu gundul semuanya segera ditanam. Kemudian bangunan-bangunan adat, jangan sampai di situ malah bangunan adatnya dihilangkan, diganti dengan arsitektur yang Spanyol atau Mediterania, misalnya.

“Bangunan adat ini harus betul-betul kita perhatikan,” tutur Kepala Negara.

Sementara di Danau Toba misalnya, Presiden mempertanyakan, kenapa rumah-rumah yang sangat bagus, warna warni seperti itu tidak dipakai menjadi sebuah brand untuk Danau Toba. Ia menunjuk contoh restoran misalnya, menurut Presiden, Bekraf bisa mengintervensi, atau Kementerian Pariwisata bisa mengintervensi, sehingga seperti di Toba restorannya bisa di-upgrade bersama-sama. Entah dari sisi desain, entah dari sisi fasad depan.

Kemudian juga lingkungannya, Presiden mengaku sudah menyampaikan ke Menteri PUPR misalnya, untuk pasar cenderamata, bisa Menteri Perdagangan atau Menteri PU, kawasan parkir, kawasan dekat pantai.

Sebab kalau tidak, menurut Presiden, nanti akan kedahuluan oleh pedagang-pedagang kaki lima yang bertebaran dimana-mana. “Kita siapkan satu tempat untuk mereka, sudah berjualan di situ, pasar cenderamata,” tutur Kepala Negara.

Untuk Mandalika, Presiden menyarankan untuk minta saja 2 hektar atau 3 hektar untuk pasar cenderamata, yang bangun bisa Kementerian Perdagangan bisa Kementerian PUPR, dengan desain-desain arsitektur lokal yang baik.

Kemudian tempat pemberhentian bus dan lain-lain atau restoran-restoran kecil milik masyarakat, Presiden menyarankan untuk disiapkan. Jangan sampai dibiarkan masyarakat secara sendiri-sendiri membikin sehingga yang terjadi adalah PKL (pedagang kaki lima) yang bertebaran dimana-mana.

“Penghijauan, saya harapkan, misalnya di Toba, di Mandalika, betul-betul digarap secara baik sehingga benar-benar lingkungan yang ada itu sebuah lingkungan yang baik, tidak gundul,” kata Presiden.

Inilah, tutur Kepala Negara, yang menarik untuk segera dikerjakan. Kepala Negara mengingatkan, ini memerlukan kecepatan dalam merespon perkembangan pariwisata global yang begitu sangat cepatnya. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

Stasiun Jakarta Kota, Simpul Transportasi Bersejarah

24/09/2025 - 11:00 WIB

Pacu Jalur Harumkan Indonesia di Dunia

21/08/2025 - 14:00 WIB

Ampel Tourist Information Center di Quds Royal Hotel Diluncurkan

08/08/2025 - 08:00 WIB

Taman Harmoni Surabaya Resmi Dibuka

05/08/2025 - 12:00 WIB

Comments are closed.

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pakar UNAIR Serukan Aksi Iklim Nyata

06/06/2026 - 12:00 WIB

Surabaya Jalankan Pilot Project Perlinsos Digital, Libatkan Lebih dari 12 Ribu Agen Pendamping

06/06/2026 - 11:51 WIB

Galuh Pramusinta, Alumni FPK yang Berkontribusi pada Ketahanan Perikanan Kota Surabaya

06/06/2026 - 11:40 WIB

Alumni FPK UNAIR Berkontribusi Tingkatkan Produktivitas Tambak Udang hingga Puluhan Ton per Hektare

06/06/2026 - 11:22 WIB

Perlindungan Anak Jadi Prioritas, Surabaya Perkuat Kolaborasi dari Tingkat Keluarga hingga Lingkungan RT

05/06/2026 - 14:29 WIB

Kalahkan Ratusan Startup Dunia, SPYRAGO UNAIR Bawa Pulang Penghargaan Sustainability dan Pendanaan Internasional

05/06/2026 - 14:20 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.