Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
  • Wali Kota Eri Cahyadi Minta Camat dan Lurah Bikin Hotline untuk Atasi Masalah Warga
  • Wali Kota Eri Instruksikan Dishub Petakan Titik Rawan Macet dan Lakukan Rekayasa Lalu Lintas
  • Manufacturing Surabaya 2026 Dibuka, Wagub Emil Perkuat Posisi Jatim sebagai Basis Manufaktur Asia Tenggara
  • Pemkot Surabaya Dukung Program Perwalian Anak Massal, 75 Anak Resmi Dapatkan Legalitas Hukum
  • Sidak RSUD Soewandhie, Wali Kota Eri Evaluasi Layanan Farmasi, IGD, dan Sistem Antrean Pasien
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

EKONOMI BISNIS Ita Nasyi’ah17/07/2026 - 19:50 WIB
Kondisi fundamental ekonomi yang tetap kuat serta reformasi transparansi di pasar modal dinilai semakin memperkuat daya tarik investasi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.

Di tengah ketidakpastian pasar keuangan global, Indonesia dinilai tetap memiliki daya tarik sebagai tujuan investasi jangka panjang. Fundamental ekonomi yang solid, besarnya pasar domestik, serta reformasi transparansi di pasar modal menjadi faktor utama yang menopang kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional.

Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia memiliki berbagai keunggulan struktural yang menjadi motor pertumbuhan jangka panjang. Dengan jumlah penduduk lebih dari 284,4 juta jiwa, bonus demografi, serta kekayaan sumber daya alam strategis seperti nikel, tembaga, emas, gas alam cair (LNG), dan minyak kelapa sawit, Indonesia memegang peran penting dalam rantai pasok global. Di tingkat internasional, Indonesia juga aktif sebagai anggota G20, BRICS, dan salah satu pendiri ASEAN.

Kinerja ekonomi nasional pun masih menunjukkan ketahanan. Pada kuartal I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen yang ditopang oleh konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, serta peningkatan investasi. Sejumlah indikator makroekonomi juga tetap positif, mulai dari aktivitas manufaktur yang berada di zona ekspansif, surplus neraca perdagangan yang berkelanjutan, hingga realisasi investasi yang terus meningkat.

Kondisi tersebut turut menopang pasar modal Indonesia. Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa kali mengalami koreksi sepanjang 2026, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap menunjukkan ketahanan dengan partisipasi investor yang terus terjaga di tengah volatilitas pasar global.

Di sisi lain, koreksi IHSG membuat valuasi pasar saham Indonesia semakin kompetitif. Per 8 Juni 2026, IHSG diperdagangkan pada Price Earnings Ratio (PER) sekitar 12,85 kali. Selain itu, sebanyak 434 saham tercatat memiliki Price to Book Value (PBV) di bawah satu kali. Kondisi tersebut membuka peluang bagi investor yang berorientasi pada investasi jangka panjang dengan pendekatan analisis fundamental.

Fundamental pasar modal juga tercermin dari kinerja perusahaan tercatat. Dari 810 perusahaan yang telah menyampaikan laporan keuangan per 31 Maret 2026, sebanyak 595 perusahaan atau sekitar 73,46 persen membukukan laba bersih. Sementara itu, sebanyak 221 perusahaan membagikan dividen tunai sepanjang tahun 2026 sebagai indikator kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai bagi para pemegang saham.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan kondisi pasar perlu dipandang secara menyeluruh dengan mempertimbangkan fundamental ekonomi nasional, kinerja perusahaan tercatat, serta berbagai reformasi yang terus dijalankan regulator bersama Self-Regulatory Organizations (SRO).

“Berbagai langkah reformasi yang dilakukan regulator dan SRO merupakan bagian dari komitmen untuk meningkatkan transparansi, memperkuat tata kelola, dan membangun pasar modal yang semakin kredibel. Dengan fundamental ekonomi dan korporasi yang tetap kuat, kami optimistis pasar modal Indonesia akan terus menjadi pilihan investasi yang menarik bagi investor domestik maupun global dalam jangka panjang,” ujar Jeffrey dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7).

Optimisme tersebut tercermin dari meningkatnya jumlah investor domestik. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 30 Juni 2026, jumlah investor pasar modal mencapai 28,9 juta Single Investor Identification (SID). Dari jumlah tersebut, investor saham dan surat berharga lainnya mencapai 9,9 juta SID atau meningkat 15,1 persen dibandingkan akhir 2025 yang tercatat sebanyak 8,6 juta SID.

Peran investor domestik juga semakin dominan dalam struktur pasar modal Indonesia. Investor domestik kini menguasai sekitar 61 persen kepemilikan saham, terdiri atas investor institusi domestik sebesar 43,3 persen dan investor ritel sebesar 17,7 persen. Sementara investor asing memiliki porsi kepemilikan sebesar 39,1 persen.

Dari sisi transaksi, investor domestik berkontribusi sebesar 65,5 persen terhadap total nilai perdagangan di BEI. Kontribusi tersebut berasal dari investor ritel sebesar 52,5 persen dan investor institusi domestik sebesar 13 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia semakin ditopang oleh basis investor domestik yang kuat sehingga mampu menjaga stabilitas pasar di tengah dinamika ekonomi global.

Untuk meningkatkan kepercayaan investor, BEI bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan KSEI, dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terus mempercepat reformasi pasar modal yang berfokus pada peningkatan transparansi dan kualitas informasi.

Sepanjang 2026, sejumlah kebijakan telah diterapkan, antara lain publikasi data kepemilikan saham di atas 1 persen, peningkatan persyaratan minimum free float perusahaan tercatat menjadi 15 persen, perluasan klasifikasi investor menjadi 39 kategori, serta implementasi mekanisme High Shareholding Concentration (HSC).

Berbagai reformasi tersebut bertujuan memberikan akses informasi yang lebih komprehensif bagi investor sehingga proses analisis dan pengambilan keputusan investasi dapat dilakukan secara lebih akurat. Selain itu, BEI juga memperluas keterbukaan informasi melalui penyelenggaraan Public Expose Live, publikasi data free float dan kepemilikan saham terkonsentrasi, serta layanan IDX Hotdesk sebagai kanal komunikasi dan konsultasi bagi pelaku pasar.

Kombinasi antara fundamental ekonomi yang tetap kuat, kinerja perusahaan tercatat yang resilien, pertumbuhan investor domestik, serta reformasi transparansi yang berjalan konsisten menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia memiliki fondasi yang semakin kokoh. Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, kondisi tersebut menjadi modal penting untuk terus menarik investasi jangka panjang sekaligus memperkuat daya saing Indonesia sebagai salah satu pasar berkembang yang strategis di dunia. (ita)

BEI Bursa Efek Indonesia daya tarik investasi Indonesia ekonomi Indonesia 2026 fundamental ekonomi Indonesia IHSG investasi indonesia investasi jangka panjang investor domestik KSEI OJK pasar modal indonesia pasar saham Indonesia reformasi transparansi pasar modal transparansi pasar modal
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak

17/07/2026 - 17:25 WIB

Manufacturing Surabaya 2026 Dibuka, Wagub Emil Perkuat Posisi Jatim sebagai Basis Manufaktur Asia Tenggara

16/07/2026 - 20:34 WIB

Bank Jatim Raih Bisnis Indonesia Award 2026 sebagai BPD Beraset di Atas Rp40 Triliun

08/07/2026 - 14:34 WIB

Bank Jatim Perkuat Layanan Perbankan ASN melalui Kerja Sama dengan BKD se-Jawa Timur

06/07/2026 - 19:42 WIB

Bank Jatim Raih 7 Penghargaan INFOBANK-MRI Banking Service Excellence 2026

06/07/2026 - 19:37 WIB

ETF Emas Segera Hadir di Pasar Modal Indonesia, Ini Keunggulan dan Cara Investasinya

03/07/2026 - 13:16 WIB

Comments are closed.

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak

17/07/2026 - 17:25 WIB

Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan

17/07/2026 - 17:18 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Camat dan Lurah Bikin Hotline untuk Atasi Masalah Warga

16/07/2026 - 20:57 WIB

Wali Kota Eri Instruksikan Dishub Petakan Titik Rawan Macet dan Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

16/07/2026 - 20:45 WIB

Manufacturing Surabaya 2026 Dibuka, Wagub Emil Perkuat Posisi Jatim sebagai Basis Manufaktur Asia Tenggara

16/07/2026 - 20:34 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.