Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»BAR, Aplikasi Atasi Keuangan UMKM

BAR, Aplikasi Atasi Keuangan UMKM

EKONOMI BISNIS redaksi12/10/2019 - 14:00 WIB

Berbicara tentang Usaha Masyarakat Kecil Menengah (UMKM), masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terlebih dalam proses mengatur keuangan.

Untuk itu, mahasiswa PSDKU Universitas Airlangga di UMKM Banyuwangi meluncurkan BAR atau Banyuwangi Accounting Retailer.

BAR sendiri, merupakan sebuah aplikasi yang bisa digunakan sebagai solusi bagi pola pengaturan keuangan bagi UMKM di Banyuwangi.

“BAR diciptakan karena permasalahan UMKM menengah kebawah yang sulit berkembang, diakibatkan oleh ketidakjelasan keuangannya, untuk membuat laporan keuangan mereka sulit, dan jika dicatat manual dengan kertas biasanya kurang jelas,” ungkap Ahmad Rido’I Yuda Prayogi salah satu perwakilan tim aplikasi BAR.

Proses pembentukan aplikasi tersebut, lanjutnya, diawali dengan observasi dan analisis kondisi lingkungan beberapa retail yang ada di banyuwangi.

Hal itu, dilakukan dengan mengambil sampel di 3 wilayah dengan masing-masing 10 retail untuk diwawancarai terkait permasalahan keuangan.

Setelah itu, tandasnya, ia dan tim mengadakan workshop dan interpretasi hasil terkait permasalahan yang ada, potensi, dan inovasi program.

“Setelah tercetus aplikasi tersebut, dilanjutkan pembuatan konten dan design aplikasi, dilakukan uji coba pada 10 toko yang telah mengenal teknologi. Kemudian sosialisasi pengenalan pada UKM Banyuwangi yang dinaungi oleh asosiasi bernama AKRAB, diadakan registrasi untuk mendapatkan username serta password untuk login,” jelas mahasiswa FKM angkatan 2017 itu, Kamis (10/10).

Mahasiswa yang akrab disapa Yuda itu juga menjelaskan, peluang pasar aplikasi itu di Banyuwangi, masih belum ada.

Namun secara nasional, telah ada bank negeri yang memiliki aplikasi sejenis dengan harus meminjam modal kepada bank terlebih dahulu. Sedangkan, untuk pemakaian aplikasi BAR tersebut tidak berbayar dan memiliki banyak keunggulan.

“Konten lebih mudah dipahami oleh para retail menengah ke bawah, memiliki fitur room chat dan video tutorial seputar cara penggunaan serta pemasaran produk UKM. Room chat untuk mengontrol harga barang, dimana para retail akan menggunakan wadah tersebut untuk saling berbagi informasi terkait harga terbaru yang akan mempengaruhi penjualan produk itu sendiri,” lanjutnya.

Pada akhir, Yuda juga mengatakan bahwa aplikasi tersebut digunakan untuk membuat laporan keuangan dengan mudah yang akan digunakan oleh retail yang notabene tidak memiliki pengetahuan yang cukup dalam membuat laporan keuangan yang baik.

Outputnya adalah laporan keuangan setiap hari, yang nantinya dapat berfungsi sebagai transparansi keuangan yang dibutuhkan oleh mitra kerja.

“Harapan ke depan dengan digunakannya aplikasi ini di masyarakat dapat meningkatkan kemampuan masyarakat untuk membuat laporan keuangan lebih transparan, sehingga adanya laporan keuangan yang jelas, nantinya akan mengundang para investor untuk bekerjasama,” tutupnya (ita)

Banyuwangi Accounting Retailer
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy

22/07/2026 - 19:07 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak

17/07/2026 - 17:25 WIB

Manufacturing Surabaya 2026 Dibuka, Wagub Emil Perkuat Posisi Jatim sebagai Basis Manufaktur Asia Tenggara

16/07/2026 - 20:34 WIB

Comments are closed.

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.