Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional
  • Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo
  • Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan
  • Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV
  • Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan
  • Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah
  • Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Living Lab Energi Terbarukan untuk Edukasi Green Energy
  • Pakar UNAIR: Pola Asuh Generasi Alpha Tak Cukup Hanya Membatasi Gawai
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PROFIL»Prof Bagong: Utamakan Pendidikan Etika

Prof Bagong: Utamakan Pendidikan Etika

PROFIL redaksi13/02/2018 - 16:00 WIB

Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh siswa terhadap salah satu guru di SMAN 1 Torjun, Kabupaten Sampang, menuai perhatian banyak orang. Begitu juga perhatian dari para ahli di dunia akademisi. Untuk menanggapi kasus itu, Unair News menemui salah satu Guru Besar yang dimiliki Universitas Airlangga. Ialah Prof Dr Bagong Suyanto Drs MSi.

Saat ditemui di Departemen Sosiologi Unair pekan lalu, Prof Bagong menerangkan berbagai pengamatannya mengenai kekerasan di kalangan anak-anak. Menurutnya, kenakalan yang dilakukan anak-anak usia sekolah tidak lepas dari upaya anak-anak itu sendiri dalam membangun reputasi melalui kekerasan.

“Di kalangan anak-anak itu ada yang namanya subkultur sok jagoan. Subkultur itu jadi identitas sosialnya. Jadi, kalau dia mau diterima dalam sebuah kelompok dan dihormati dalam kelompok itu, maka yang dilakukan adalah menunjukkan kekuatannya,” terang Prof Bagong.

Lain dengan hal itu, tambah Prof Bagong, bagi anak-anak yang memiliki reputasi akademik yang bagus akan cenderung membangun reputasi dari prestasi akademik. Tapi anak-anak marjinal yang tidak dalam kategori berprestasi dalam hal akademik biasanya cenderung membangun reputasi dengan membangun subkultur kekerasan.

“Nah, anak-anak pada subkultur kekerasan ini yang kemudian menjadi pelaku bullying, sok jagoan, suka memalak temannya sendiri, dan bahkan meresahkan guru,” tandasnya.

Berkenaan dengan peran sekolah, Prof Bagong menegaskan bahwa sekolah di Indonesia masih kurang mampu membangun karakter yang baik pada siswa. Hal ini dapat dilihat dari sistem pendidikan yang memaksakan antarsiswa untuk berkompetisi dan bersaing menjadi yang terbaik.

“Hal ini menjadikan nilai-nilai solidaritas, sopan santun, kohesi sosial itu tidak ditumbuhkan dengan baik. Di kepalanya itu tidak tumbuh konstruksi bahwa siswa harus menghormati guru, solider, dan toleransinya harus tinggi,” papar Guru Besar bidang Sosiologi Ekonomi FISIP Unair ini.

Pada akhir, saat ditanya mengenai upaya untuk mencegah munculnya persoalan yang terjadi di SMAN 1 Torjun, Prof Bagong menjawab bahwa diperlukan upaya untuk mengubah sistem yang diterapkan dunia pendidikan.

“Menurut saya harus ada perubahan grand design-nya pendidikan itu. Kuncinya, ya diajari toleran, menghargai perbedaan diantara sesama, supaya selain mencegah subkultur kekerasan tidak jadi kasus-kasus bullying dan hilangnya etika terhadap guru tidak terulang lagi,” pungkasnya. (ita)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Vokasi Jadi Pilihan Utama, Siswi Asal Surabaya Pilih Kuliah Berbasis Praktik demi Kesiapan Kerja

28/06/2026 - 18:26 WIB

Kisah Haru Ibu Anis, Dampingi Anak Sakit Demi Wujudkan Mimpi Masuk Psikologi UNAIR

27/06/2026 - 18:56 WIB

Khofifah Raih Penghargaan Nasional CSR Desa Berkelanjutan 2026, Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Bangun Desa Mandiri

25/04/2026 - 10:10 WIB

Formula 1 Resmi Kembali ke Istanbul Park Mulai 2027, Kontrak Lima Tahun Perkuat Ekspansi Global

24/04/2026 - 20:23 WIB

Dedikasi Amelia Febriani, Alumni UNAIR yang Bersinar di Kancah Global Lewat Inovasi Pendidikan Berbasis Empati

08/04/2026 - 21:16 WIB

Perjalanan Inspiratif Alumni FK Unair di Gaza

06/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Bank Jatim Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Remitansi Internasional

24/07/2026 - 23:51 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tahap III Berlanjut, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan di Asemrowo

24/07/2026 - 07:54 WIB

Dugaan Pungli CFD Taman Bungkul Teridentifikasi, Wali Kota Eri Minta Uang Dikembalikan

24/07/2026 - 07:48 WIB

Parkir Makam Keputih Dibenahi, Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV

24/07/2026 - 07:41 WIB

Pelaporan Pajak Digital Diperkuat, Wali Kota Eri Ajak Restoran dan Kafe Transparan

24/07/2026 - 07:34 WIB

Penyakit Zoonosis Jadi Fokus Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Wabah

22/07/2026 - 19:17 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.